Ayu Rizky Amalia
Minggu, 28 September 2014
Kamis, 25 September 2014
Artikel
Antara Teknologi, Remaja dan Bangsa
Berbicara tentang perkembangan teknologi, maka tidak akan lepas dari gadget. Seperti yang kita ketahui, tertera jelas dalam Wikipedia bahwa teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Tetapi pada saat ini pengertian teknologi hampir dilupakan oleh pemakainya. Teknologi digunakan bukan hanya untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia tetapi untuk kepuasan.
Senin, 01 September 2014
Jodoh Pasti Bertemu
Aku cuma bisa menatap matanya lurus-lurus. Binar matanya
memancarkan luapan kebahagiaan yang sekarang dia rasakan. Riki, sekarang resmi
diterima di UGM. Universitas Gadjah Mada, di Jogja, dan aku di Jakarta. LDR…
huh.
Aku diam saja saat Riki semangat bercerita tentang seluk
beluk UGM, kelebihan UGM, semua hal menarik tentang Jogja, dan
betapa beruntungnya dia bisa masuk UGM. Bisa masuk Universitas negeri memang
impian terbesar Riki sejak masih duduk di bangku SMA. Aku dan Riki sama-sama
mendaftar masuk UGM, tapi aku gagal. Riki memang lebih pintar, dan bukan sebuah
kejutan besar kalau dia bisa masuk UGM dan masuk dalam ‘10 besar nilai
tertinggi’
***
Pantun
Menjual jamu di simpang palapa
Janganlah lupa diberi madu
Wahai kamu si manis rupa
Bolehkah kita saling merindu
Wayang orang
wayang golek
Wayangnya
main dalangnya siapa
Duhai adik
berparas molek
Rindukan
daku tidaklah mengapa
Kota Batam tanah melayu
Tanjung Pinang kota gurindam
Janganlah abang suka merayu
Adik tak tidur siang dan malam
Pohon di hutan jangan ditebang
Jika ditebang
matilah kita
Bila adik
tinggalkan abang
Runtuhlah
dunia sekejap mata
Barisan Para Pahlawan
Tua, renta
Hanya tulang berbalut kulit
Sosok rapuh nan lemah
Saksi hidup yang tersisa
Mereka bersusah
payah
Mengais
kemerdekaan
Melawan
kejahanaman
Demi tanah
air tercinta
Keringat dan darah bercucuran
Bertaruh jiwa raga
Banggakah kita?
Merdekakah kita?
Terima kasih
kalian
Barisan
para pahlawan
Rela sakit,
rela mati
Demi Indonesia
merdekaJumat, 23 Mei 2014
Langganan:
Komentar (Atom)